Rabu, 02 April 2014

Tombak Indonesia Sang SS-2 PINDAD

SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2[1]. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.
 
Lebih dari itu untuk Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) TNI terus dikembangkan. Khusus untuk jenis senapan serbu, kali ini senapan serbu SS2-V4 menjadi kebanggaan Kostrad TNI AD. Senapan serbu ini adalah senapan serbu infanteri yang dikembangkan dan diproduksi oleh PT. PINDAD Indonesia dan digunakan sebagai standard bagi satuan tempur garis depan TNI. 
Dibandingkan dengan senapan generasi sebelumnya, SS1-V4, yang jarak tembaknya hanya 400 meter, salah satu kelebihannya SS2-V4 adalah, bisa menembak sasaran maksimum 500 meter dengan tingkat akurasi yang tinggi..

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang mencoba senapan SS-2


Senapan Serbu 2 Varian 4 atau SS2-V4 akan menjadi senjata andalan Kostrad TNI AD. Yang berkesempatan pertamakali memanggul senjata seberat 3,1 kg ini adalah Yonif Linud 503 Kostrad TNI AD. Senjata ini dapat digunakan di segala medan dengan daya tahan yang baik. 
Selain itu, para prajurit Kostrad bisa menembak sasaran dengan tepat karena senjata pabrikan PT Pindad ini telah dilengkapi dengan teleskop. Jika fitur otomatis diaktifkan, 30 butir peluru di dalam magazine dapat ditembakkan hanya dalam waktu 15 detik ke arah sasaran. 
Ditemui di Markas Batalyon, Komandan Yonif Linud 503 Kostrad, Letkol Inf. Teguh Pudji mengatakan, rencananya senjata ini akan digunakan untuk tugas di perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Atambua NTT pada Januari 2013 mendatang. 
"Memang senjata baru ini baru diberikan langsung dari Mabes TNI ke Yonif Linud 503. Semua Batalyon belum memiliki senapan serbu ini," ujarnya kepada detiksurabaya.com di Lapangan Tembak Mayangkara, Minggu, 7 Oktober 2012, siang. 
Rencananya, sekitar 650 prajurit Yonif Linud 503 Kostrad yang bertugas ke Atambua NTT akan menggunakan senjata ini untuk menjaga keutuhan NKRI. "Semoga Alutsista TNI semakin maju untuk menjaga kedaulatan NKRI," pungkasnya.

Karakteristk dan Spesifikasi SS2-V4
Kalber
5,56x45mm
Panjang laras
460
Butt Extended
990
Butt Folded
740
Berat kosong
4,2 kg
Cyclic rate of fire
675-725 rpm
Mode tembak
Safe, single, full auto
Sight
Optik
Jarak efektif maksimal
600m
Finishing
Black/gray